12 Desember 2009
Ocehan Bocah Gila
apa kau juga percaya bahwa benda yang kau hisap dan mengepulkan asap bisa membuatmu tenang? aku percaya. karena setiap kuhisap, benda itu menempelkan suatu zat yang memberikan efek tenang kedalam otakku, sekaligus memberikan suatu penyakit kedalam paru paruku.
apa kau percaya bahwa kedua benda itu sangatlah berarti bagimu? ya, tentu saja aku percaya. kedua benda itu telah membuat banyak kenangan dalam diriku, baik yang buruk, maupun yang lebih buruk. aku tak peduli.
namun, apa yang kau rasakan ketika tiba-tiba kau ingin berhenti mengkonsumsinya? aku tidak ingin tahu, belum kepingin, mungkin.
dan malam ini, aku merindukannya.
botol ramping berisikan vodka, sampai harum ganja yang tak mengenal dosa.
apa kau juga akan percaya bahwa Tuhan akan mengabulkan permintaanku apabila aku berdoa, "Tuhan, aku ingin merasakan ketenangan serta keindahan. tapi melalui hal yang biasa kulakukan. tolonglah," mungkinkah Ia mengabulkannya?
mungkin saja, karena banyak orang berkata bahwa Tuhan selalu mengabulkan doa setiap hambanya. itu yang kutahu.
dan yang kulakukan sekarang hanyalah tertawa, karena membayangkan asap ganja melayang didepan mata.
mungkin aku sedang bermimpi, mungkin.
apa kau juga percaya pada ceritaku?
24 Juni 2009
Modern Atheism (Ketidakpercayaan Zaman Modern)
Mungkin kalian sendiri menyadari bahwa Tuhan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan orang-orang diseluruh muka bumi ini. Karena agar seseorang dapat diterima dikalangan masyarakat, seseorang harus memperlihatkan iman mereka terhadap Tuhan. Walaupun tak semua orang menjalankan praktek agama yang ia percaya dengan sungguh-sungguh. Keraguan atau ketidakpastian apapun mereka simpan secara pribadi dan hati-hati.
Akan tetapi, keadaan telah berbalik. Memiliki keyakinan yang kuat terhadap agama dianggap oleh banyak orang sebagai berpikiran sempit, dogmatis, bahkan fanatik. Dibanyak negara, kita dapat melihat sikap acuh tak acuh yang mencolok, atau kurangnya minat terhadap Tuhan dan agama. Kebanyakan orang tidak lagi mencari Tuhan karena mereka tidak percaya atau tidak yakin akan hal ini. Jadi, bagaimana gagasan tentang Tuhan dapat tersingkirkan demikian jauh dari kehidupan orang-orang? Kekuatan apa yang menyebabkan perubahan ini? Dan, haruskah pencarian dlianjutkan? – Pencarian Manusia Akan Tuhan
Seperti yang kalian ketahui, kekuatan paling mencolok yang memperlemah kedudukan Tuhan adalah ilmu pengetahuan, filsafat, keduniawian, dan materialisme. Hal-hal tersebut memainkan peranan dalam membangkitkan keraguan dan menunjang skeptisme mengenai Tuhan dan agama.
Pukulan keras bagi agama, tidak lain adalah teori evolusi. Pada tahun 1859 Charles Darwin, seorang peneliiti alam berkebangsaan Inggris (1809-82) menerbitkan bukunya, Origin Of Species, dan mengajukan tantangan langsung terhadap ajaran agama tentang penciptaan oleh Tuhan. Pada saat itu, Susunan Kristen menyerah terhadap tekanan pendapat ilmiah dan bekerja sama dengan apa yang populer daripada membela Alkitab mereka.
Makin jauh ke abad 19, para kritikus agama makin gencar melakukan tentangan. Tidak puas dengan sekedar menunjukkan kegagalan ajaran-ajaran agama, mereka mulai mempertanyakan sesuatu yang sebenarnya adalah dasar agama. Mereka mengajukan pertanyaan seperti: Apa dan siapa gerangan Tuhan itu? Mengapa orang membutuhkan Tuhan? Orang-orang yang saya kagumi seperti Ludwig Feuerbach, Karl Marx, Sigmund Freud, dan Friedrich Nietzsche mengajukan argumen-argumen mereka dalam istilah filsafat, psikologi, dan sosiologi. Teori-teori seperti ‘ Tuhan tidak lebih daripada sekedar proyeksi dari imajinasi manusia ‘, ‘ Agama adalah candu masyarakat ‘, dan ‘ Tuhan telah mati ‘ semuanya kelihatan baru dan lebih mengasyikkan dibandingkan dengan dogma-dogma atau tradisi-tradisi agama yang sulit untuk dipahami dan membosankan.
Tampaknya pada akhirnya banyak orang telah menemukan jalan atau cara yang efektif untuk mengungkapkan keragu-raguan dan kecurigaan yang terpendam dalam hati mereka. Dengan segera mereka menerima gagasan-gagasan ini sebagai kebenaran bahwa Tuhan tidak ada.
Dan, mengapa banyak orang segera menerima gagasan-gagasan anti agama? Apakah kalian juga termasuk kedalamnya? Atau mungkin kalian masih ragu dengan kepercayaan kalian punya? Semua ini hanya ada didalam hati kalian.
Antara Takhayul Dengan Praktek Keagamaan
Sadar atau tidak, banyak hal yang dilakukan orang berkaitan dengan praktek atau kepercayaan kepada takhayul, beberapa diantaranya berhubungan erat dengan dewa-dewa atau roh. Sebagai contoh, apa kalian tahu bahwa perayaan hari lahir berasal dari astrologi, yang menganggap tanggal kelahiran yang tepat itu penting? Bagaimana dengan kue ulang tahun? Saya mencari tahu tentang ini, rupanya ini berkaitan dengan Artemis, dewi Yunani, yang hari lahirnya dirayakan dengan kue madu berbentuk bulan yang diberi lilin-lilin diatasnya. Atau apakah kalian tahu kalau memakai pakaian hitam pada saat pemakaman mulanya dipercaya sebagai tipu muslihat untuk menghindari perhatian roh-roh jahat yang dikatakan sedang mengintai pada kesempatan seperti itu? Selain itu, beberapa orang Afrika berkulit hitam sengaja mewarnai diri mereka dengan warna putih, dan di beberapa negara, orang yang berkabung memakai pakaian dengan warna yang mencolok agar roh-roh tidak mengenali mereka.
Selain kebiasaan-kebiasaan yang populer ini, orang dimana-mana memiliki takhayul dan rasa takut. Dibarat, memecahkan sebuah cermin, melihat seekor kucing hitam, berjalan dibawah tangga, dan bergantung tempat tinggal kalian, tanggal 13 yang jatuh pada hari selasa atau jumat, semuanya dianggap pertanda buruk. Ditimur, orang-orang jepang memakai kimono dengan sisi kiri dilipat ke sisi kanan, karena cara sebaliknya dikenakan kepada jenazah. Rumah-rumah yang dibangun tanpa jendela atau pintu yang menghadap timur laut agar para hantu yang dikatakan datang dari arah itu tidak bisa menemukan jalan masuk.
Namun, kepercayaan kepada roh-roh dan para dewa tidak terbatas kepada takhayul dan kebiasaan-kebiasaan yang kelihatanya tidak merugikan. Memang, pada mulanya kita mungkin berpikir ini dilakukan oleh orang-orang yang tinggal didaerah pedalaman dan pegunungan yang biasa meminta bantuan para cenayang atau dukun apabila sakit atau memiliki kesusahan. Namun, orang-orang dikota besar maupun kecil juga pergi ke para astrolog atau peramal seperti Mama Lauren ataupun juga kepada paranormal seperti Ki Joko Bodo untuk mengetahui masa depan atau mendapatkan bantuan dalam mengambil keputusan penting. Beberapa orang, walau dikatakan memiliki agama, teap melakukan praktek-praktek demikian dengan antusias. Apakah kalian juga demikian?
Sebenarnya, apa sumber atau asal-usul dari semua praktek dan takhayul ini? Apakah semuanya hanya sekedar pendekatan yang berbeda kepada Tuhan? Mungkin, kalian juga yang harus menjawabnya.
Apakah kalian tahu kehidupan orang pada masa awal? Kehidupan orang masa awal kelihatanya penuh dengan misteri. Banyak peristiwa yang tidak dapat merekapahami dan membingungkan. Hanya sebagai contoh, mereka tidak dapatmemahami mengapa seseorang yang benar-benar sehat tiba-tiba jatuh sakit, atau mengapa langit tidak menurunkan hujan pada musimnya. Bahkan bayangan, detak jantung, dan nafas diri sendiri merupakan sebuah misteri.
Nah, oleh karena itu, wajar apabila manusia menghubungkan praktek keagamaan dengan takhayul. Namun, karena kurang bimbingan dan pengertian yang tepat, dunia segera dipenuhi dengan roh-roh atau hantu-hantu. Sebagai contoh yang dekat dengan kita, orang Jawa, Sunda, atau mungkin seluruh Nusantara masih percaya bahwa gunung, pohon, sungai, batu yang berbentuk aneh, dan sejumlah benda lainnya adalah keramat.
Walaupun dewasa ini ada yang mungkin menganggap semua kepercayaan ini sebagai takhayul, tetap banyak yang melakukan kegiatan atau ritual seperti itu.
Nah, sekarang hanya kita yang bisa memutuskan, mempercayai gagasan-gagasan tersebut, atau menganggap semua itu hanya takhayul? Sebenarnya, masih banyak lagi yang ingin saya sampaikan, tapi saya sadar bahwa tangan saya mulai pegal. He.
23 Juni 2009
Apakah Saya Seorang Psikopat?
- Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
- Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
- Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
- Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
- Sikap antisosial di usia dewasa.
- Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
- Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
- Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
- Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
- Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
- Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
